Beberapa Pujian Sahabat dan Ulama Salaf kepada Muawiyah R.A (1)

Pertama, dari Ibnu Abi Mulaikah – ulama tabiin – (w. 117 H). Beliau menceritakan, bahwa ada orang yang bertanya kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ”Apa komentar anda tentang Muawiyah, dia witir satu rakaat?.

Jawab Ibnu Abbas,

”Beliau benar, beliau seorang yang faqih.” (HR. Bukhari 3765)

Kedua, keterangan Hammam bin Munabbih – tabiin – (w. 132 H) pernah mendengar Ibnu Abbas mengatakan,

Saya belum pernah melihat ada orang yang lebih bagus akhlaknya ketika menjadi raja, melebihi Muawiyah. (HR. Abdurrazaq no. 20985 dan sanadnya shahih).

Ketiga, Sikap Hasan dan Husain kepada Muawiyah radhiyallahu ‘anhum

Setelah Muawiyah menjadi khalifah, beliau memiliki kedekatan dengan putra-putranya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum. Sebagaimana yang masyhur dalam kitab-kitab sirah.

Diantara bentuk kedekatan itu, Hasan dan Husain pernah bertamu ke rumah Muawiyah, dan beliau memberi uang sebesar 200 ribu dirham (= 20 rb dinar. Senilai dengan 4700 gr emas).

Muawiyah mengatakan, ’Belum pernah dua sahabat ini diberi harta seperti itu sebelumku.’

Husain berkomentar, ’Tidak ada seorangpun yang diberi harta lebih banyak dari pada kami.’

(al-Bidayah wa an-Nihayah, Ibnu Katsir, 8/139)

Keempat, Imam Mujahid – ulama besar tabiin – (w. 103 H) mengatakan,

”Andai kalian pernah melihat Muawiyah, niscaya kalian akan mengatakan, Ini imam Mahdi.” (al-Bidayah wa An-Nihayah, Ibnu Katsir, 8/137).

Kelima, Ibnu Syihab az-Zuhri – ulama tabiin – (w. 125 H)

Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu menunjuk Muawiyah sebagai gubernur selama bertahun-tahun, dan tidak mengurangi tanggung jawabnya sedikitpun. (Diriwayatkan al-Khallal dalam as-Sunnah, 1/444. kata Pentahqiq: Sanadnya sahih).

Keenam, Imam Mu’afa bin Imran – ulama tabiin – (w. 185 H), pernah ditanya, ’Mana yang lebih utama, Muawiyah ataukah Umar bin Abdul Aziz?’

Jawab Imam Mua’fa,

”Muawiyah lebih utama dibandingkan 600 Umar bin Abdul Aziz.” (Diriwayatkan al-Khallal dalam as-Sunnah, 1/435)

Dalam keterangan yang lain, al-Jarrah al-Mushili menceritakan, bahwa ada seseorang bertanya kepada Mu’afa bin Imran,

“Apakah Umar bin Abdul Aziz bisa disandingkan dengan Muawiyah bin Abi Sufyan?”

Seketika itu, Mu’afa langsung marah, dan mengatakan,

Tidak boleh aa seorangpun yang disandingkan dengan para sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Muawiyah radhiyallahu ‘anhu adalah penulis wahyu beliau, sahabat beliau, ipar beliau, dan kepercayaan beliau untuk mencatat wahyu Allah ’azza wa jalla. (Diriwayatkan oleh al-Ajurri dalam as-Syariah, 2466 dan al-Lalikai dalam Syarh Sunnah 2785).

Ketujuh, az-Zuhri pernah bertanya kepada Said bin Musayib – ulama tabiin, menantu Abu Hurairah – tentang sikap terhadap para sahabat. Said menjawab,

Dengarkan wahai Zuhri, siapa yang mati dan dia mencintai Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, serta dia mengakui kebenaran 10 sahabat yang dijamin masuk surga, dan mendoakan kebaikan untuk Muawiyah, maka dia berhak untuk tidak didebat oleh Allah. (al-Bidayah wa An-Nihayah, Ibnu Katsir, 8/139)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s